Deretan Perusahaan Teknologi yang Gagal Dalam Industri Smartphone

Deretan Perusahaan Teknologi yang Gagal Dalam Industri Smartphone

Deretan Perusahaan Teknologi yang Gagal Dalam Industri Smartphone –  Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana.

Teknologi merupakan industri yang luas dan bisa dieksplorasi ke dalam berbagai bentuk produk. Untuk kelas hardware, gadget terutama smartphone menjadi jenis produk yang paling sering dijajal oleh sejumlah perusahaan teknologi.

Namun sayang, tidak semua perusahaan teknologi berhasil dalam mengeksekusi ambisi mereka untuk masuk ke dalam pasar yang agak sulit untuk ditaklukkan itu. Beberapa di antaranya justru gagal untuk sejumlah alasan mulai dari marketing yang buruk, sistem operasi penuh masalah hingga desain yang tidak enak dipandang.

1. Motorola
7 Perusahaan Teknologi Besar Ini Gagal di Pasar Smartphone

Motorola sempat jadi salah satu perusahaan bersar dengan lebih dari 150 ribu karyawan dan tempat tersendiri di industri ponsel biasa. Namun, perusahaan yang berbasis di Amerika ini “runtuh” pasca kelahiran smartphone lebih dari satu dekade yang lalu.

Motorola sebenarnya sempat menjajal industri smartphone, namun keputusan itu tidak berujung manis. Motorola gagal karena banyak alasan, salah satu di antaranya seperti tidak beralih ke 3G ketika yang lain sudah.

Kendati demikian, smartphone buatan Motorola saat ini tidak sepenuhnya dapat dikatakan buruk, meski secara kualitas, masih terbilang di bawah yang lain seperti Samsung atau bahkan Apple.

2. LG
7 Perusahaan Teknologi Besar Ini Gagal di Pasar Smartphone

Sederhananya, LG gagal dalam industri smartphone karena kesalahan mereka sendiri. Banyak pengguna yang menilai jika LG tidak berusaha semaksimal mungkin ketika membuat sebuah smartphone. HP-HP buatan mereka kurang impresif dan tampak terburu-buru, terutama G4 yang rilis pada 2015.

Seri itu mendapatkan masalah bootloop, yang membuatnya tiba-tiba restart sendiri. Selain itu, pemberian update yang lama dan modifikasi yang hanya sedikit pada tiap HP baru juga jadi salah satu masalah yang makin memperburuk citra LG di pasar smartphone.

Dengan kondisi yang tidak kunjung membaik, pada April tahun ini, LG akhirnya memutuskan untuk sepenuhnya keluar dari industri smartphone.

3. Nokia
7 Perusahaan Teknologi Besar Ini Gagal di Pasar Smartphone

Nama lain yang berhasil di era ponsel lawas namun gagal ketika peralihan ke smartphone atau ponsel pintar adalah Nokia. Nokia sendiri pertama kali mencoba industri smartphone pada 2011 ketika merilis Lumia generasi pertama.

HP itu diterima dengan cukup baik, namun sejak saat itu, perjalanan Nokia di industri smartphone tidak berjalan mulus. Dengan perusahaan seperti Samsung dan Apple yang terus membawa inovasi baru, Nokia seakan tenggelam karena tidak bisa menawarkan hal serupa.

Masalah tersebut bahkan masih berlanjut hingga kini di mana berbagai HP garapan Nokia dianggap punya spesifikasi yang tidak seberapa untuk harga yang dinilai terlalu tinggi.

4. Amazon
7 Perusahaan Teknologi Besar Ini Gagal di Pasar Smartphone

Sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar, tak heran jika Amazon sempat tertarik untuk mencoba masuk melalui industri smartphone lewat Fire Phone pada 2014 silam.

Namun sama seperti banyak perusahaan yang memulai debutnya di industri smartphone, Amazon juga mengalami kegagalan. Alasan terbesar mengapa Fire Phone tidak di terima adalah fakta bahwa HP tersebut tidak mendukung aplikasi sebanyak HP lain.

Di samping itu, pengguna juga melihat apa yang ditawarkan Fire Phone tidak impresif dan tak lebih dari sekedar gimmick. Harga yang di patok Amazon untuk Fire Phone kala itu juga mahal, untuk ukuran perusahaan yang baru membuat smartphone.

5. Google
7 Perusahaan Teknologi Besar Ini Gagal di Pasar Smartphone

Google tidak bisa di sebut gagal dalam industri smartphone, namun smartphone garapan perusahaan yang di dirikan pada 1998 itu, jelas tidak memberi dampak signifikan terhadap industri smartphone itu sendiri.

Marketing yang buruk jadi salah satu faktor terbesar, di samping sejumlah masalah pada kamera dan koneksi di beberapa seri Pixel buatan mereka. Selain itu, seri seperti Pixel 4 juga bahkan tidak tersedia di sejumlah negara, yang membuat angka penjualannya jauh dari kata bagus.

Google sejatinya cukup baik dalam mengembangkan Pixel dari satu seri ke seri lainnya, namun untuk satu dan lain hal, pengguna tidak benar-benar tertarik untuk membelinya.

6. Sony
7 Perusahaan Teknologi Besar Ini Gagal di Pasar Smartphone

Sony menjadi perusahaan teknologi yang berhasil dalam menggarap sejumlah perangkat mulai dari televisi, kamera hingga headphone. Pada Sony juga ikut ambil bagian dalam industri smartphone lewat seri Xperia, namun sayangnya, tidak begitu berhasil.

Alasannya beragam mulai dari harga yang sangat mahal hingga kurang cepat dalam mengikuti tren atau perkembangan industri smartphone. Karenanya, Xperia jadi kurang menarik di sebagian besar orang.

Namun terlepas dari itu semua, Sony masih jadi salah satu “pemain” besar di industri teknologi, yang kualitas produknya tidak perlu di ragukan lagi. Hanya saja di pasar smartphone, Sony tidak dapat mengeksekusinya dengan sempurna.

7. Blackberry
7 Perusahaan Teknologi Besar Ini Gagal di Pasar Smartphone

Perusahaan teknologi yang bermarkas di Kanada – Blackberry. Berhenti membuat HP sendiri pada 2016 silam. Tepat 16 tahun setelah meluncurkan HP pertama mereka Blackberry 957. Setelah menyerahkan lisensi mereka ke TCL. Blackberry akhirnya memutuskan untuk mengalihkan fokus ke sektor lain seperti software.

Pada 2017, di bawah bendera TCL, muncul HP Blackberry baru yaitu KeyOne, yang sayangnya bernasib sama dengan berbagai HP Blackberry terdahulu. Nama Blackberry yang memudar dan tertimbun oleh nama brand populer lain menjadi salah satu faktor terbesar. Meskipun begitu, Blackberry tidak menyerah di mana saat ini mereka di kabarkan tengah mengembangkan HP 5G baru.

Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan. Sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam bepergian dan mengendalikan lingkungan mereka.

Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak,  telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi di gunakan untuk tujuan damai. Pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah dari pentungan sampai senjata nuklir.